IP

Sunday, December 20, 2009

Perbandingan Beberapa Wireless MiniPCI


Di pasaran mudah kita temui berbagai wireless minipci card. Mulai dari yang berdaya kecil, hingga yang cukup besar. Manakah yang memiliki performa baik jika digunakan dengan Mikrotik?

Sudah cukup lama kami menggunakan wireless Mikrotik. Mulai dari penggunaan card Atheros dengan chipset 5211, 5212, hingga saat ini card yang biasa dijual oleh Mikrotik adalah CM9 (dengan chipset Atheros 5213) atau R52 (dengan chipset Atheros 5413). Penggunaan card 5211 dan 5212 tidaklah terlalu lama, sampai digantikan dengan card-card baru CM9 dan R52.

Kami kemudian melakukan test dengan beberapa jenis card. Kami memasang sebuah access point dengan menggunanan board RB511 yang dipasangi card SR2 (produksi Ubiquiti Network), yang bekerja di frekuensi 2,4 GHz dan memiliki daya pancar 400 mWatt. Antenna yang digunakan adalah antenna helical indoor 2dbi. Sebagai station, kami kemudian menggunakan 4 buah minipci card yang beda-beda, yaitu:
  • SR2 (400mWatt)
  • CM9 (65mWatt)
  • OEM Atheros Card (200mWatt)
  • OEM Atheros Card (100mWatt)
Keempat card tersebut dipasang pada sebuah board RB532 yang ditambahi Daughterboard RB564 sehingga secara keseluruhan memiliki 6 buah slot minipci dan 9 buah port ethernet.
Keempat card ini kami set untuk menggunakan power sebesar-besarnya, sesuai dengan spesifikasi power masing-masing card. Keempat-empatnya kami hubungkan secara wireless ke access point yang telah diset. Secara keseluruhan, keempat card dapat terkoneksi dengan mudah pada frekuensi 2,4 GHz.

Besarnya signal level dari masing-masing card bisa dilihat pada screen capture berikut:
Bisa kita lihat bahwa SR2 yang memiliki power terbesar memang memiliki daya signal yang terbaik, lebih baik 15 db dari signal yang didapatkan oleh card CM9. Dari data di atas juga bisa dilihat, bahwa meskipun card Atheros OEM 100 mWatt dan 200 mWatt secara spesifikasi memiliki daya pancar lebih kuat dari CM9, namun signal level CM9 lebih baik ketimbang kedua card ini (selisih 10 dan 18 db).

Memang, signal level tidak selamanya menjamin bahwa kualitas card tersebut baik. Selanjutnya secara bergantian kami melakukan throughput test bagaimana keempat card tersebut melakukan pengiriman dan penerimaan data. Test dilakukan dengan menggunakan bandwidth test yang terdapat pada Mikrotik RouterOS. Dari access point dilakukan bandwidth test, dengan arah data received, dan menggunakan protokol UDP. Pada client, seting data rates menggunakan setting standart.

Hasil bandwidth testnya adalah :
  • SR5 : berkisar antara 8 hingga 15 mbps. Trafiknya tidak rata dan fluktuatif. Ada perkiraan fluktuatifnya SR2 ini dipengaruhi oleh suhu. Namun, jika kita mencoba menjalankan configured data tares, trafik bisa meningkat hingga 17-19 db.
  • CM9 : memiliki traffic cukup stabil di kisaran 22 - 23 mbps!
  • Atheros 100 mWatt : performanya berkisar 10 - 12 mbps
  • Atheros 200 mWatt : meskipun tidak sebesar CM9, kartu ini memiliki kemampuan cukup baik di kisaran 20 - 21 mbps.

Screen capture hasil bandwidth test dan ping menggunakan wireless card CM9

Well, kesemua data di atas tidaklah akurat 100%. Kadang terjadi fluktuatif yang menyebabkan kami harus melakukan bandwidth test berulang-ulang. Karakteristik tiap card sendiri memang berbeda-beda. Ada kartu yang malah bagus saat dipasangi tx-rate, namun ada yang lebih bagus jika tx ratesnya dibuat default.

Diambil dari mikrotik.co.id

Tuesday, December 15, 2009

Queue dengan SRC-NAT dan WEB-PROXY

Pada penggunaan queue (bandwidth limiter), penentuan CHAIN pada MENGLE sangat menentukan jalannya sebuah rule. Jika kita memasang SRC-NAT dan WEB-PROXY pada mesin yang sama, sering kali agak sulit untuk membuat rule QUEUE yang sempurna. Penjelasan detail mengenai pemilihan CHAIN, dapat dilihat pada manual Mikrotik.

Percobaan yang dilakukan menggunakan sebuah PC dengan Mikrotik RouterOS versi 2.9.28. Pada mesin tersebut, digunakan 2 buah interface, satu untuk gateway yang dinamai PUBLIC dan satu lagi untuk jaringan lokal yang dinamai LAN.

[admin@instaler] > in pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
#    NAME       TYPE    RX-RATE    TX-RATE    MTU
0  R public     ether   0          0          1500
1  R lan        wlan    0          0          1500

Dan berikut ini adalah IP Address yang digunakan. Subnet 192.168.0.0/24 adalah subnet gateway untuk mesin ini.

[admin@instaler] > ip ad pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
#  ADDRESS           NETWORK      BROADCAST      INTERFACE
0  192.168.0.217/24  192.168.0.0  192.168.0.255  public  
1  172.21.1.1/24     172.21.1.0   172.21.1.255   lan

Fitur web-proxy dengan transparan juga diaktifkan.

 [admin@instaler] > ip web-proxy pr
                enabled: yes
            src-address: 0.0.0.0
                   port: 3128
               hostname: "proxy"
      transparent-proxy: yes
           parent-proxy: 0.0.0.0:0
    cache-administrator: "webmaster"
        max-object-size: 4096KiB
            cache-drive: system
         max-cache-size: none
     max-ram-cache-size: unlimited
                 status: running
     reserved-for-cache: 0KiB
 reserved-for-ram-cache: 154624KiB

Fungsi MASQUERADE diaktifkan, juga satu buah rule REDIRECTING untuk membelokkan traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY

[admin@instaler] ip firewall nat> pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0   chain=srcnat out-interface=public
    src-address=172.21.1.0/24 action=masquerade
1   chain=dstnat in-interface=lan src-address=172.21.1.0/24
    protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128

Berikut ini adalah langkah terpenting dalam proses ini, yaitu pembuatan MANGLE. Kita akan membutuhkan 2 buah PACKET-MARK. Satu untuk paket data upstream, yang pada contoh ini kita sebut test-up. Dan satu lagi untuk paket data downstream, yang pada contoh ini kita sebut test-down.

Untuk paket data upstream, proses pembuatan manglenya cukup sederhana. Kita bisa langsung melakukannya dengan 1 buah rule, cukup dengan menggunakan parameter SRC-ADDRESS dan IN-INTERFACE. Di sini kita menggunakan chain prerouting. Paket data untuk upstream ini kita namai test-up.

Namun, untuk paket data downstream, kita membutuhkan beberapa buah rule. Karena kita menggunakan translasi IP/masquerade, kita membutuhkan Connection Mark. Pada contoh ini, kita namai test-conn.

Kemudian, kita harus membuat juga 2 buah rule. Rule yang pertama, untuk paket data downstream non HTTP yang langsung dari internet (tidak melewati proxy). Kita menggunakan chain forward, karena data mengalir melalui router.

Rule yang kedua, untuk paket data yang berasal dari WEB-PROXY. Kita menggunakan chain output, karena arus data berasal dari aplikasi internal di dalam router ke mesin di luar router.

Paket data untuk downstream pada kedua rule ini kita namai test-down.

Jangan lupa, parameter passthrough hanya diaktifkan untuk connection mark saja.

[admin@instaler] > ip firewall mangle print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0   ;;; UP TRAFFIC
    chain=prerouting in-interface=lan
    src-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
    new-packet-mark=test-up passthrough=no

1   ;;; CONN-MARK
    chain=forward src-address=172.21.1.0/24
    action=mark-connection
    new-connection-mark=test-conn passthrough=yes

2   ;;; DOWN-DIRECT CONNECTION
    chain=forward in-interface=public
    connection-mark=test-conn action=mark-packet
    new-packet-mark=test-down passthrough=no

3   ;;; DOWN-VIA PROXY
    chain=output out-interface=lan
    dst-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet
    new-packet-mark=test-down passthrough=no

Untuk tahap terakhir, tinggal mengkonfigurasi queue. Di sini kita menggunakan queue tree. Satu buah rule untuk data dowstream, dan satu lagi untuk upstream. Yang penting di sini, adalah pemilihan parent. Untuk downstream, kita menggunakan parent lan, sesuai dengan interface yang mengarah ke jaringan lokal, dan untuk upstream, kita menggunakan parent global-in.

[admin@instaler] > queue tree pr
Flags: X - disabled, I - invalid
0   name="downstream" parent=lan packet-mark=test-down
    limit-at=32000 queue=default priority=8
    max-limit=32000 burst-limit=0
    burst-threshold=0 burst-time=0s

1   name="upstream" parent=global-in
    packet-mark=test-up limit-at=32000
    queue=default priority=8
    max-limit=32000 burst-limit=0
    burst-threshold=0 burst-time=0s

Variasi lainnya, untuk bandwidth management, dimungkinkan juga kita menggunakan tipe queue PCQ, yang bisa secara otomatis membagi trafik per client.

diambil dari www.mikrotik.co.id

Daftar Alternate DNS Server

Daftar DNS Server Indonesia :

Indosat

  • 202.155.0.10
  • 202.155.0.15
  • 202.155.0.20
  • 202.155.0.25
  • 202.155.46.66
  • 202.155.46.77
  • 202.155.30.227

Telkom

  • 202.134.2.5
  • 203.130.196.5
  • 202.134.0.155
  • 202.134.1.10
  • 202.134.0.62
  • 202.159.32.2
  • 202.159.33.2
  • 202.155.30.227

AWARI (Asosiasi Warnet Indonesia)

  • 203.142.83.200
  • 203.34.118.10 (primary)
  • 203.34.118.12 (secondary)

Sat.net.id

  • 202.149.82.25
  • 202.149.82.29

cbn.net.id

  • 202.158.40.1
  • 202.158.20.1
  • 202.158.3.7 (primary)
  • 202.158.3.6 (secondary)

indo.net.id

  • 202.159.32.2
  • 202.159.33.2

itb.ac.id

  • 202.249.24.65
  • 167.205.23.1
  • 167.205.22.123
  • 167.205.30.114

ukdw.ac.id

  • 222.124.22.18

Lintas Artha

  • 202.152.0.2 (primary)
  • 202.152.5.36 (secondary)

Singnet

  • 165.21.83.88

Daftar DNS Luar indonesia :

ScrubIt

  • 67.138.54.100
  • 207.225.209.66

DNSadvantage

  • 156.154.70.1
  • 156.154.71.1

vnsc-pri.sys.gtei.net

  • 4.2.2.1
  • 4.2.2.2
  • 4.2.2.3
  • 4.2.2.4
  • 4.2.2.5
  • 4.2.2.6

Verizon (Reston, VA, US)

  • 151.197.0.38
  • 151.197.0.39
  • 151.202.0.84
  • 151.202.0.85
  • 151.202.0.85
  • 151.203.0.84
  • 151.203.0.85
  • 199.45.32.37
  • 199.45.32.38
  • 199.45.32.40
  • 199.45.32.43

GTE (Irving, TX, US)

  • 192.76.85.133
  • 206.124.64.1

One Connect IP (Albuquerque, NM, US)

  • 67.138.54.100

OpenDNS (San Francisco, CA, US)

  • 208.67.222.222
  • 208.67.220.220

Exetel (Sydney, AU)

  • 220.233.167.31

VRx Network Services (New York, NY, US)

  • 199.166.31.3

SpeakEasy (Seattle, WA, US)

  • 66.93.87.2
  • 216.231.41.2
  • 216.254.95.2
  • 64.81.45.2
  • 64.81.111.2
  • 64.81.127.2
  • 64.81.79.2
  • 64.81.159.2
  • 66.92.64.2
  • 66.92.224.2
  • 66.92.159.2
  • 64.81.79.2
  • 64.81.159.2
  • 64.81.127.2
  • 64.81.45.2
  • 216.27.175.2

Sprintlink (Overland Park, KS, US)

  • 199.2.252.10
  • 204.97.212.10
  • 204.117.214.10

Cisco (San Jose, CA, US)

  • 64.102.255.44
  • 128.107.241.185

Sunday, September 27, 2009

Overclock Aman dengan Multiplier


Sebelumnya pernah dibahas tentang bagaimana bentuk hubungan antara FSB dengan memory. Setelah mengetahui hubungan keduanya, barulah kita bisa melakukan overclocking pada prosesor.

Dengan mudahnya detikINET 'menarik' Intel core i7 965 dari kecepatan standar 3,2GHz menjadi 4GHz hanya dengan menaikkan kecepatan FSB, itu pun karena dibatasi oleh pendingin prosesor yang masih standar.

Memang sejatinya Intel Core i7 965 sudah memiliki kecepatan yang sangat memadai untuk menjalankan aplikasi terberat sekalipun. Kecepatan yang tinggi tersebut tentunya tidak luput juga dari jumlah Multiplier yang dimilikinya. Apa itu Multiplier?

Muliplier adalah suatu rasio antara clock internal prosesor dengan clock eksternalnya, rasio itupun dapat diubah untuk menentukan kecepatan prosesor. Misalnya, Intel Core i7 965 memiliki Multiplier 24 dengan FSB 133MHz. Ini berarti prosesor tersebut memiliki kecepatan default 24 X 133MHz = 3192 MHz atau sama dengan 3,2 Ghz.

Namun perlu diketahui tidak semua prosesor memiliki Multiplier yang dapat dinaikkan (unlock Multiplier), malah sebagian besar prosesor yang beredar kini hanya dapat diturunkan Multipliernya (Multiplier Lock).

Menaikkan jumlah Multiplier adalah suatu overclocking yang sangat aman untuk dilakukan, karena perubahannya tidak akan berdampak pada melonjaknya kecepatan FSB ataupun memory.

Dengan kombinasi yang tepat antara kecepatan FSB, memory dan jumlah Multiplier, maka para overclocker akan mendapatkan kecepatan prosesor yang optimal.

Lalu apa hanya cukup sampai di situ? tentu tidak.

Jika kombinasi tersebut masih dirasakan kurang, para pengguna masih dapat menaikkan jumlah Voltase. Ada dua jenis Voltase dalam komputer, vCore, adalah sebutan Voltase untuk prosesor dan vDIMM sebutan Voltase untuk memory. Namun, menaikkan jumlah Voltase memiliki risiko yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan menaikkan Multiplier atau pun FSB.

Menaikkan Voltase semata-mata hanya perlu dilakukan jika sistim tidak berjalan dengan baik akibat overclocking yang berlebih.

Kesimpulannya, untuk melakukan overclocking bukanlah perkara sulit, tetapi tetap saja mengandung risiko yang dapat menyebabkan kerusakan pada hardware.

Apalagi, para vendor komputer tidak memberikan garansi untuk kerusakan akibat overclock, benar-benar sebuah mimpi buruk jika itu sampai terjadi.

Hal itu tentunya bisa dicegah jika pengguna tidak melakukan overclock berlebihan, yang artinya komputer tetap stabil, temperatur tidak berlebihan atau kenaikan kecepatan yang tidak terpaut jauh dari kondisi semula.

Langkah 'Menyapu' Virus FullHouse

Satu lagi virus yang mengancam pengguna komputer adalah virus FullHouse. Ciri khas virus ini adalah membuat satu drive tambahan dengan nama FullHouse Drive.

Virus ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic yang dalam melakukan aksinya akan membuat drive tersendiri pada Desktop, My computer dan Control Panel yang jika dibuka akan menampilkan gambar "Han Ji Eun" artis cantik dalam serial Full House.

Untuk membersihkannya, simak langkah berikut ini:

-Scan file virus yang berada pada direktori C:\RECYCLER dengan antivirus yang sudah dapat mendeteksi virus ini dengan baik. Vaksincom menggunakan Norman Security Suite.

-Setelah selesai scan terdapat file virus dengan status file delete (defered) artinya file akan di hapus ketika windows restart

-Klik tombol Clean lalu Close pada saat itu juga Norman Security Suite akan meminta komputer untuk restart

-Untuk menormalkan kembali registri yang telah dibuat oleh virus buka Notepad lalu copy script di bawah

[Version]

Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom Oyee
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKCR, batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKCR, comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKCR, exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKCR, piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKCR, lnkfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKCR, scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced,
HKLM, SOFTWARE\Classes\exefile\DefaultIcon,,,""%1""
HKLM, SOFTWARE\Classes\exefile,,,"Application"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""


[del]

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer\Run, Task
Manager
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\Run, Manager Task
HKCR, exefile, NeverShowExt
HKCR, CLSID\{10020D75-0000-0000-C000-000000000000}
HKLM, SOFTWARE\Classes\CLSID\{10020D75-0000-0000-C000-000000000000}


-Simpan dengan nama "repair.inf" pilih Save As Type menjadi All Files

-Jalankan repair.inf dengan klik kanan kemudian pilih install

-Hapus file yang dibuat oleh virus dengan ciri berikut :
  • Type file "application"
  • Extension "exe"
  • Ukuran 168 kb
-Untuk mempermudah proses pencarian file virus gunakan "Search Windows"
dengan filter file *.exe yang mempunyai ukuran 168 KB dan date modified
pertanggal 7/8/2008

-Selanjutnya hapus "FullHouse Drive" pada Desktop, My Computer dan Contol
Panel

-Recovery Folder pada Flash Disk yang telah di Hidden

-Untuk menampilkan kembali folder yang disembunyikan pada flashdisk. Gunakan
perintah "ATTRIB" pada command prompt.
  • Klik "Start"
  • Klik "Run"
  • Ketik "CMD", kemudian tekan tombol "Enter"
-Pindahkan posisi directori ke drive Flash Disk, misalkan E maka ketik
perintah E: lalu tekan "enter"

-Kemudian ketik perintah ATTRIB -s -h -r /s /d kemudian tekan tombol
"enter

GPU-Z Terbaru Siap Diunduh !!!

TechPowerUP kini telah meluncurkan GPU-Z terbaru versi 0.3.5. Software gratis terbaru tersebut tentunya lebih 'memahami dan mengerti' jeroan komputer yang kita gunakan.

Selain melakukan monitoring dan mengumpulkan informasi sub-sistem grafis pada komputer kita, software tersebut menjanjikan update secara real-time pada parameternya seperti: clock-speed, temperatur, voltase, serta fan-speed.

GPU-Z versi 0.3.5 ini kini telah mampu mengenali grafis prosesor terbaru besutan AMD, yakni Radeon seri HD5800 yang beberapa saat lalu dirilis. Selain itu versi ini juga menambahkan improvisasi informasi pada NVIDIA FX5500, 9400 GT, G73, GTS 240, GT 140, FX 1800, GT 120 (Apple), FX 380, FX 350, GTX 295 Single PCB, Quadro CX, FX 5800, FX 4800, FX 3800, GTX 180M, GTX 260M, FX 2700M, G 110M, GT 120M, GT 220M, FX 1700M, G 105M, dan MCP79MX.

Lebih jauh lagi disebut GPU-Z versi ini dapat mendeteksi embedded GPU pada soket prosesor Intel LGA-1156. Beberapa update juga telah ditambahakan pada seri baru, Radeon HD 4700 dan HD 4650 AGP, M92, M96, dan M98.

Berdasar keterangan TechPowerUp, yang dikutip detikINET, Jumat (25/9/2009) berikut ini adalah beberapa perubahan lainnya;
- Penambahan clock reading pada Intel i910, i915, i945, 946
- Penambahan deteksi DDR3 pada G9x
- Kontroler yang dulunya bernama 'Slave' kini disebut 'phases'
- Perbaikan BIOS pada grafis HD 4870 Jika berminat, unduh pada link berikut

Friday, September 25, 2009

Blackberry Javeline China , Barang Mantep banget dan Murah !!

HP kondisi baru 99,99% ( semua plastik masih ada ) , cuma dibuka untuk di test dan cek kelengkapan.
Harga: Rp.1.800.000,- ( NEGO dunk! dan Sudah Include Ongkos Kirim* )
Contact : 085735128874 / (0351)7009929 ( SMS only )

COD Only : Madiun - Jawa Timur ( Luar kota via TIKI JNE )

Pembayaran : REK. BCA

Spesifikasi :

- Java
- Dual SIM Card
- Bluetooth
- Camera 3,2 MP ( Tertulis gitu nga' tau benar 3,2 apa nga )
- menggunakan memory card micro sd
- DLL
- Menggunakan trackball , jadi mirip seperti Javeline asli

Perlengkapan :
- Dus
- Baterai 2 Pcs
- HandFree
- Cabel data ( Sekalian Charger )
- Buku Panduan
- Tidak mendapatkan Memory Card ( semua HP China BM pasti tidak ada )

* barang BM, Non Garansi ( hanya garansi personal 1X 24 jam sejak barang diterima ** )

** 1X24 jam Garansi untuk cacat produksi , bukan karena jatuh, benturan ataupun terkena air.


Ni Tampak Depan

Tampak Belakang

Ready Stock!!!
Ni kelengkapannya
Kwalitas layar gak kalah jauh...

Sunday, September 13, 2009

INDICA HOTSPOT MADIUN,,,ZONE-MAOSPATI,,,Telah Hadir...!!!

Rasanya dunia WIFI/Hotspot telah merambah kota madiun dan sekitarnya dengan cepat,,!!karena kebutuhan masyarakat akan koneksi Internet dengan murah dan cepat semakin banyak dicari baik Untuk personal,,warnet,,free hotspot,,dsb...
Buktinya saja semakin banyak Provider - provider di Kota Gadis ini mulai berinfasi di madiun dan sekitarnya...

Salah satu Provider Internet swasta di Madiun yang begitu getol melakukan infasi adalah INDICA ISP (internet servis provider),,yang ditunjang dengan tenaga mekanik yang profesional dan terlatih INDICA ISP telah melakukan Infasi ke Kecamatan Maospati,,Kabupaten Magetan,,Kota Ponorogo dan Next Kabupaten Madiun Atau Caruban,,itu semua demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan koneksi internet yang sudah semakin menjamur untuk sekedar chatting,browsing, dan e'mail...

Bayangkan saja???Hanya dengan 100ribu/bulan kita sudah dapat menikmati koneksi Internet tanpa batas (Unlimited)!!!

Dan Inilah Proses pemasangan Repiter di Maospati...

Jam dinding menunjukkan pukul 02.00,,,Udara yang panas dan sinar matahari yang menyengat tidak menurunkan niat para Network Engineer Dari INDICA ISP...
Setelah semua perlengkapan lengkap,,mulai dari antena, Tool Box,dan alat" yang lain akhirnya kita berangkat...
Dengan mengendarai Honda Jazz milik sang Owner akhirnya kita sampai di TKP,,setelah istirahat sejenak karena perjalanan yang cukup jauh dari madiun ke maospati akhirnya kita mulai mengerjakannya...
Om RAMA sang Teknisi kita Mulai menyiapkan Kabel dan RB433 sebagai Access point,,setelah semua siap Langsung saja Sang Climber FAHRIZAL siap" untuk menaikkan antena ke atas Tower yang tingginya sekitar 22m(dari permukaan tanah)...haha

berikut foto" yang berhasil diabadikan oleh tim kami...Climber Man sedang memasang antena Grid dan OmnidirectionalProses Pointing Untuk mendapatkan Signal yang bagus
Mas Ramaninot...Lokasi Pendirian REPITER,,tepatnya di Eksa Computer

Anda Berminat???
Hub. (0351) 7009929 / 085735128874

Sejarah IP (dari IPv0 sampai IPv6) dengan Aplikasinya

Beberapa versi IP

IMP - Nenek moyang IP

Protocol IP dikembangkan sejak tahun 1969 dengan nenek moyang IMP (Interface Message Processor) yang terdokumentasi dengan nama RFC 1. IMP berkapasitas 5 bit address (artinya cuma punya 32 kemungkinan host address).

IPv0 IPv1 IPv2 IPv3 - Experimental
Sebelum bisa digunakan secara praktis, protokol ini kemudian mengalami beberapa pengembangan, dan setiap pengembangan diberi versi yang berbeda2. IP versi 0 sampai 3 merupakan versi pengembangan antara th 1977-1979.

IPv4 - Internet Protocol
Sedangkan IPv4 sebenarnya merupakan versi pertama yang akhirnya dipakai, dan distandarisasikan dengan RFC 791 pada th 1981.

IPv5 - Internet Stream Protocol (ST)
Protokol ini bukanlah versi kelanjutan dari IPv4 melainkan dibuat sebagai pelengkap IP untuk membawa traffic percakapan suara dan konferensi dengan garansi delay dan bandwidth. Protokol ini didefinisikan pada dokumen IEN 119 dalam status eksperimental. Kemudian dilanjutkan menjadi ST2 dalam RFC 1819, tetapi tetap dalam status eksperimental.

IPv6 - IPng "IP Next Generation"
Protocol ini merupakan generasi penerus IPv4, disebut juga sebagai IPng (= IP Next Generation), dan hasil kombinasi sana-sini dari banyak proposal penerus IPv4

Versi IP yang lain
Selain IPv6 ada beberapa lagi usulan pengganti IPv4 yang muncul setelah IPng, tetapi tidak ada satupun yang kemudian diterima sebagai standard.

IPv4 vs IPv6
Beberapa perbedaan prinsipil dari IPv4 vs IPv6 :
  • Address Space : IPv6 memiliki kapasitas 128 bit, dibandingkan dengan IPv4 yang cuma 32 bit - membuat kapasitas IPv6 jauh lebih besar (2^96 kali lipat dibandingkan dengan IPv4). Saat ini cukup banyak juga orang2 yang mengatakan bahwa perbedaan kapasitas ini terlalu besar, dan berlebih2an. Namun dengan adanya address space yang luar biasa besar itu, maka akan terbuka banyak sekali kemungkinan di masa depan mengenai aplikasi2 yang bisa dienable (misalnya setiap penduduk dan semua miliknya bisa diberi ip address utk identifikasi dll.)
  • Scope : IPv6 memiliki scope (jangkauan) IP address yang terdefinisi dengan baik, spt node-local, link-local, site-local, organization-local, global-scope. Scope ini mirip dengan pemakaian private atau global ip address pada IPv4, tetapi jauh lebih fleksibel
  • Multicast : Kemampuan pengontrolan multicast IPv6 jauh enak (kalau krupuk namanya crispy :) dibanding dengan IPv4 dengan adanya scope multicast (di IPv4 tidak ada kemampuan pengontrolan seperti ini)
  • Anycast : Ini kemampuan baru IPv6 untuk identifikasi beberapa host dengan sebuah IP address saja. Host yang paling dekat nanti yang akan respon (kalau solusi di IPv4 menggunakan IP address yang sama, routing protocol yang akan menentukan mana yang paling dekat)
  • Penyederhanaan format header : header IPv6 lebih simple dibanding dengan IPv4, ada beberapa field yang dihapuskan, sehingga dengan kemampuan yang sangat luar biasa besar, header IPv6 hanya 2x lebih besar daripada IPv4
  • Header Options yang fleksibel : field option di IPv6 fleksibel panjangnya, jadi lebih gampang untuk support aplikasi baru di masa depan (yg kita belum tahu sekarang ini)
  • Kemampuan QoS lebih baik : IPv6 bisa memberi label pada paket2 tertentu supaya mendapat perlakukan khusus (misalnya utk real time traffic)
  • Otentikasi dan Privasi : IPv6 memiliki kemampuan builtin untuk otentikasi & privasi. Kalau di IPv4 kita musti tambahkan tunnel IPsec (atau mekanisme tambahan lain) untuk hal ini
  • Fungsi lain2 yang baru di IPv6 : real-time flows, provider selection, host mobility, end-to- end security, auto-configuration, and auto-reconfiguration. Solusi2 ini kalau di IPv4 memerlukan banyak cara yang tambal sulam
Migrasi ke IPv6
Meskipun IPv6 ini banyak sekali keunggulannya dibandingkan dengan IPv4, namun migrasi IPv4 ke IPv6 tidak semudah membalik telapak tangan.

Penyebabnya antara lain :
  1. Kebanyakan aplikasi network masih menggunakan IPv4. Sangat sedikit yang perlu spesifik IPv6, dan baru aplikasi2 baru saja yang mulai support dual stack (IPv4 dan IPv6 sekaligus)
  2. Kebanyakan network engineer masih familiar dengan IPv4. IPv6 itu seperti dari dunia lain
  3. Internet sudah terlanjur besar dengan IPv4. Migrasi IPv4 ke IPv6 sulit sekali karena memerlukan koordinasi yang baik dari banyak pihak
  4. Beberapa standard IPv6 masih belum selesai. Misalnya sampai sekarang kita belum menemukan kata sepakat tentang mekanisme terbaik untuk dual homing. Dual homing menjadi masalah di IPv6 karena kapasitas address IPv6 yang sangat besar, sehingga kalau orang melakukan dual homing seperti di IPv4, maka akan terjadi masalah besar pada address summarization di routernya (akan diperlukan storage yang luaaaaaaar biasa besar untuk menyimpan ledakan IPv6 address, teknologi CPU & storage masa sekarang belum mampu menanganinya)
  5. Tambal sulam di IPv4 sudah sedemikian banyak dan ternyata bisa berjalan dengan rapih, sehingga nyawa IPv4 yang sudah diprediksi mati beberapa kali, ternyata terus memanjang sampai saat ini. Misalnya, NAT (Network Address Translation) membuat IPv4 yang kehabisan IP address bisa mendayagunakan ip address private, dst.
  6. Belum ada killer application untuk IPv6 (ini jenis aplikasi yang hanya bisa jalan dg bagus di IPv6, sampai sekarang semua aplikasi bisa dijalankan di IPv4 dengan baik)
  7. Tidak ada dorongan yang kuat dari pemerintah maupun dunia bisnis. Jepang termasuk sukses implementasi IPv6 karena pemerintahnya serius sekali mempromosikan IPv6 dengan dukungan biaya R&D dan insentif pengurangan pajak jika orang menggunakan IPv6 (kalau di Indonesia ada insentif ini saya jadi orang pertama yang pake IPv6 :D
Potensi Killer Application IPv6
Sebetulnya dengan jumlah penduduk >220 juta orang, Indonesia sangat cocok jika cepat2 mengadopsi IPv6. Lho buat apa ?
  1. Menyelesaikan masalah NAT pada service provider besar (seperti provider2 telpon celular/ADSL/Metro Ethernet yang punya pelanggan ribuan). Banyak aplikasi2 yang sebenarnya berjalan lebih optimum tanpa NAT (misalnya IP telephony, video surveillance, dst)
  2. Menyelesaikan masalah komunikasi VPN Intranet dan Extranet dengan multiple operator. Saat ini sebuah perusahaan yang terhubung ke beberapa operator harus membuat beberapa site besarnya sebagai transit, supaya site2 kecil bisa saling bicara. IPv6 menyelesaikan masalah ini dengan sangat mudah
  3. Penduduk Indonesia banyak yang punya KTP ganda. Pemerintah Indonesia belum punya cara membereskan masalah ini. Sekalian saja nanti kalau mau diberesin tiap KTP bisa diberi IP address sbg bagian dari identifikasi penduduk (sekalian mendukung SIN - Single Identity Number). Malah sebenarnya, IPv6 juga potensial untuk Single Identity Number untuk seluruh penduduk di muka bumi ini sekalian sama binatang peliharaannya....
  4. Jika no 3 tercapai, sebenarnya untuk menghubungi seseorang cukup lewat IPv6 addressnya saja. Tidak perlu lagi kita mengingat2 nomor telpon (kantor/rumah/hp1/hp2/hp3/email/IM/dst..)
  5. Khusus untuk pemerintah, kalau mau setiap KTP rakyat ditempeli RFID, sehingga posisi tiap penduduk langsung diketahui secara lebih pasti. Salah satu aplikasinya mungkin untuk mengatur lalulintas di kota2 rawan macet, sehingga kemacetan jauh dikurangi. Nah, kombinasi RFID dengan IPv6 sangat pas, karena dengan kombinasi ini kita bisa membuat big screen dengan gambar2 pergerakan penduduk. Kalau ada apa2, kita bisa telnet atau ping orang itu hehehe.....

Saturday, June 6, 2009

Bongkar Antenna Sektoral Hyperlink

Nich yang terbaru dari aku,,,Bongkar Antenna Sektoral Hiperlink 17,5dbi...
Waw!!!keren ternyata dalemnya,,,Rencana sih mw ngebajak tapi liat ja dech tar hasilnya gimana...ok3!!!Nich pas baru dibongkar,,,tapi sory nich warna covernya udah gak ori soale dah dicat biru...hehe

Klo ini tampak dari bawah

Nich tampak dari atas

Kalo ni element dari sektoral bro,,,semuanya ada 8element!!!pokoknya mantab jaya dech!!!

Liat aja tuh,,,panjang element sama dengan panjang rokok sampurna mild...rokok kesukaan gw tuh!!!
Mejeng dlu ah!!!Keren gak???hehehehehe

Wednesday, June 3, 2009

Antenna Yagi 20 Element for 2.4Ghz

Setelah sukses dengan antenna yagi 15 element,,,kini saya mencoba membuat yang lebih panjang dengan 20 element,,,walaupun dengan modal yang pas"an yang penting bisa konek internet...Ok3!!!
Bahan:
1. Kabel NYM 2,5mm 3X4 1,5meter
2. Alumunium persegi dengan diameter 10mm panjang 1meter
3. Lem Alteco
4. Kabel Belden RG-58 untuk pigtailnya
5. PCB untuk masang driven
6. Timah plus solder

Gak perlu banyak cakap!!! dan ini hasilnya...!!!1. Pertama Potong bagian" element untuk director dan reflektor,,,untuk hasil yang akurat gunakan jangka sorong dan kikir...2. Kedua,,,Buat dipole/drivennya...Untuk director,driven dan reflektor menggunakan tembaga kabel NYM 2,5mm yang 3X4 harga per meter sekitar Rp. 15.000,-3. Lubangi Alumunium yang akan kita pakai sebagai Boom...ini menggunakan alumunium persegi dengan diameter 10mm...4. Rangkai semua bagian" tadi,,,kusus untuk dipole kita solder dengan menggunakan PCB...Jadilah,,,antena yagi dengan 20 element,,,



Selamat bereksperimen teman"!!!Good Luck!!!

Friday, May 15, 2009

ANTENA YAGI 2.4Ghz

Antena yagi
Akhirnya Eksperimen berhasil juga...foto ini diambil tanggal 14 Mei 2009...
Sory klo masih blepotan,,,soale blom sempet cuci tangan...hehehehe

klo ada yang mau minta struktur antenanya silahkan kontak YM aku fahrizal_ardiansah@yahoo.com

Friday, April 24, 2009

CARA DAFTAR CIAO BISNIS REVIEW PAID


Mungkin sekarang ini bisnis CIAO adalah yang paling populer di kalangan bisnis OL. Bagaimana tidak, selain caranya yang cukup mudah, komisi yang kita dapat cukup lumayan. Serta tidak ada syarat khusus bagi kita untuk bisa mengikutinya. Kabar baik ini saya dapatkan dari Mas Adin_d_strift kemudian saya teruskan kabar gembira ini kepada para pengunjung godexs_zone blog. Dengan catatan kalian harus menggunakan browser Opera Turbo yang speedo di kiri bawah dijadikan warna merah dulu.

1. langkah pertama kita harus daftar dulu. silahkan klik gambar untuk mendaftar

2. Isikan seluruh formnya: ciao name, email address, dsb kemudian klik “start now”
3. Buka email yang anda daftarkan untuk aktifasi.
4. Kemudian login dengan ciao name dan password anda.
5. masuk "member center" untuk membuat review.
6. Setelah itu klik tulisan “write a review” untuk membuat review, Anda tidak perlu khawatir membuat review bahasa inggris. translate aja di google.
7. Selanjutnya akan muncul form isian review yang harus di isi, isi dengan review minimal 120 kata, isi juga form yang lainnya seperti kekurangan dan kelebihan produk. setelah itu klik " republish review "
8. Setelah anda membuat satu review maka Anda sudah menjadi member aktif Ciao dan sudah mulai bisa mencari uang melalui Ciao.

Pembayaran CIAO
Anda dibayar $ 0.01-$ 0,03 jika anda merating review orang lain
Anda dibayar $ 0.01-$ 0,03 jika ada teman anda atau orang lain merating review anda
Anda dibayar $ 0.01 jika anda membaca review orang lain.

MUdah kan???bwt apa cari yang susah klo ada yang lebih gampang...
tinggalin semua pay per klik yang bikin kepala pusing!!!!
ayo cepet buruan ikut. rugi banget lho kalo gak ikutan...
Godexs_zone lama gak buat postingan karena konsentrasi bisnis ini lho (hehehehe).
Bagi yang belum punya browser Opera Turbo bisa download disini.



diambil dari http://roomen.blogspot.com/

Sunday, April 19, 2009

Kumpul Blogger - Cara mudah dapet duit dari Internet

Klik Disini
Utuk daftar

Saturday, April 18, 2009

Antena wireless Yagi Bolic dan Grid Kenbotong

Antena Yagi Bolic

Antena Grid Kenbotong

Ready Stok!!!!!
Berminat Hub. via YM : fahrizal_ardiansah@yahoo.com
Telp. (0351) 9929506

Blue-Link BL-R30G 54m Router/Access Point







Features:
  • Supports IEEE 801.11g and IEEE 802.11b standards
  • Provides two work models: Ad Hoc Mode and infrastructur
  • Supports WE, WPA/WPA-PSK, WPA2/WPA2-PSKencryption and 802.1x security authentication protocol
  • Maximum 100m indoors and 300m outdoors
  • Supports Wireless Roaming
Ready stok in indica ISP...
Berminat Hub. via YM : fahrizal_ardiansah@yahoo.com
Telp. (0351) 9929506

Thursday, April 16, 2009

Sejarah TCP/IP dan Internet

Pada tahun 1969, lembaga riset departemen pertahanan Amerika, DARPA (Defence advance Research Project Agency),
Mendanai sebuah riset untuk mengembangkan jaringan komunikasi data antar komputer. Riset ini bertujuan untuk
mengembangkan aturan komunikasi data Antar komputer yang:

  • Bekerja secara transparan, melalui bermacam-macam jaringan komunikasi data yang terhubung satu dengan yang lain.
  • Tahan terhadap berbagai ganguan (bencana alam, serangan nuklir dan lain-lain)
Pengembangan jaringan ini ternyata sukses dan melahirkan ARPANET.Tahun 1972, ARPANET didemontrasikan
didepan peserta the first international Cenference on Computer Communication dengan menghubungkan 60 Node.
Aplikasi internet yang pertama kali ditemukan adalah FTP. Menyusul kemudian e-mail, dan telnet, e-mail menjadi
aplikasi yang paling popular dimasa ARPANET, tahun 1979 tercatat sebagai tahun berdirinya USENET yang pada
awalnya menghubungkan Universitas Duke dan UNC. Grup yang pertama kali dibentuk dalam USENET ADALAH Grup net.
Ukuran ARPANET sendiri semakin lama semakin membesar, protocol komunikasi data yang digunakan pada waktu itu
yaitu, NCP(Network Commication Protocol), tidak sanggup menampung node komputer yang besar ini, DARPA
kemudian mendanai pembuatan protocol komunikasi yang lebih umum ini dinamakan TCP/IP departement pertahanan
Amerika serikat menyatakan TCP/IP menjadi standart untuk jaringan pada 1982. Protokol ini kemudian di Adopsi sampai sekarang

Wednesday, April 15, 2009

KENAPA IP CUMA 0 - 255...?????

Ini sebuah pelajaran penting bagi kita,,,bagi orang awam munkin akan menjawab "ya memang cuma angka-angka itu yang bisa dimasukkan" (sebuah jawaban yang bodoh!!!dan tidak membangun),,, dan mungkin kita tidak akan mengetahuinya kalau kita tidak mencari tau dan terutama mepelajarinya...

Kenapa IP cuma terdiri dari angka 0 - 255???? sebuah pertanyaan yang sangat bagus...!!

Itu semua karena :
IP adress terdiri dari 32 bit bilangan biner yang dibagi menjadi 4blog IP yang kemudian didesimalkan.
Bilangan biner dimulai dari 00000000 - 11111111
jadi :
biner(maksimal) : 11111111.11111111.11111111.1111111
desimal : 255.255.255.255
255 adalah angka maksimal dari 8 bit bilangan biner.

angka 0-255 tidak bisa di pakai semua, karena klo kita mengeset ip 0-255, secara default sudah di set ip 0 buat Network ID, ip 255 buat host ID.
apabila kita membagi2 ip dlm bbrp jaringan misalnya 0-32, 33-64, dst
maka ip 0 = network Id, ip 32 = host Id

sebuah identifikasi untuk komputer/device dalam jaringan TCP/IP. Jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP mengirim pesan berdasarkan alamat IP tujuan. Format sebuah alamat IP adalah alamat numerik 32-bit ditulis dalam 4 nomor yang dipisahkan oleh titik. Tiap nomor dapat diisi 0 sampai 255. contoh,

168.212.226.204
yang dalam bentuk biner adalah
10101000.11010100.11100010.11001100.

Tetapi lebih mudah untuk kita menghafal desimal daripada menghafal angka biner, jadi kita menggunakan desimal untuk mewakili IP adsress ketika mendeskripsikannya.

Dalam jaringan yang terisolasi, kamu dapat menetapkan alamat IP sembarang selama tiap IP berbeda. Bagaimanapun, menghubungkan sebuah jaringan pribadi ke internet membutuhkan menggunakan alamat IP yang telah diregistrasikan (disebut Internet addresses) untuk menghindari duplikasi.

4 nomor dalam alamat IP digunakan di berbagai jalan untuk mengidentifikasi sebuah jaringan khusus dan sebuah host pada jaringan tsb. Empat regional Internet registries -- ARIN, RIPE NCC, LACNIC and APNIC -- menentukan Internet addresses dari beberapa kelas.

Class A Network -- alamat biner dimulai dari 0, oleh karena itu angka desimal dapat dimana saja dari 1 sampai 126. 8 bits pertama (oktet pertama) mengidentifikasikan jaringan dan 24 bits sisanya mengindikasikan host dalam jaringan. contoh IP class A yaitu 102.168.212.226, dimana "102" adalah jaringan dan "168.212.226" mengidentifikasikan host dalam jaringan.

Class B Network -- alamat biner dimulai dari 10, oleh karena itu angka desimal dapat dimana saja dari 128 sampai 191. (Nomor 127 adalah pesanan untuk pengulangan dan digunakan untuk test internal dalam local machine.) 16 bits pertama (oktet pertama) mengidentifikasikan jaringan dan 16 bits sisanya mengindikasikan host dalam jaringan. contoh IP class B yaitu 168.212.226.204, dimana "168.212" adalah jaringan dan "226.204" mengidentifikasikan host dalam jaringan.

Class C Network -- alamat biner dimulai dari 110, oleh karena itu angka desimal dapat dimana saja dari 192 sampai 223. 24 bits pertama (tiga oktet pertama) mengidentifikasikan jaringan dan 8 bits sisanya mengindikasikan host dalam jaringan. contoh IP class C yaitu 200.168.212.226, dimana "200.168.212" adalah jaringan dan "226" mengidentifikasikan host dalam jaringan.

Class D Network -- alamat biner dimulai dari 1110, oleh karena itu angka desimal dapat dimana saja dari 224 sampai 239. Jaringan Class D digunakan untuk dukungan multicasting.

Class E Network -- alamat biner dimulai dari 1111, oleh karena itu angka desimal dapat dimana saja dari 240 sampai 255. Jaringan Class E digunakan untuk eksperimentasi. Mereka tidak pernah didokumentasikan atau digunakan dalam jalan standard.

jumlah nomor internet addresses yang belum digunakan terus berkurang, jadi new classless scheme yang disebut CIDR berangsur-angsur menggantikan dasar sistem pada class A, B, dan C dan terikat pada pengadopsian dari IPv6.

Konversi Biner ke Desimal

Cara atau metode ini sedikit berbeda.

Contoh: 10110(2) = ......(10)

diuraikan menjadi:

(1x24)+(0x23)+(1x22)+(1x21)+(0x20) = 16 + 0 + 4 + 2 + 0 = 22

Angka 2 dalam perkalian adalah basis biner-nya. Sedangkan pangkat yang berurut, menandakan pangkat 0 adalah satuan, pangkat 1 adalah puluhan, dan seterusnya.


Diambil dari Sumber yang terpercaya...

Tuesday, April 7, 2009

Membuat Antenna Omni-Directorial 14 dBi 2.4 GHz



Akhirnya antenna central buat rt/rw-net ku selesai. Omni-directional 14 dBi homebrew ini ternyata peformanya wow… banget. Maklum juga, harga untuk membuat antenna ini lumayan bikin kere 4 hari gara-gara isi kantong tipis. Terpaksa deh beli rokok pun harus ketengan. Upsss…. rahasia ya! Hehehe…. :D

Oke bro, berikut bahan dan alat yang di perlukan serta biaya untuk membuat antenna ini :

  • N-Connector Female Chasis = 1 biji -> Rp. 32.000,- (dah naik. kemarin cuma Rp. 20.000,-)
  • Pipa tembaga kapiler AC 6 mm = 2 meter -> Rp. 30.000,-
  • Busa kapiler AC diameter = 1 biji -> Rp. 6.000,-
  • Kabel coaxial RG 6 U = 2 meter -> Rp. 7.000,-
  • Plat tembaga 2 mm = 30 cm * 10 cm -> Rp. 14.500,-
  • Pipa paralon 1 inch = 1 biji -> Rp. 27.500,-
  • Dop pipa paralon 1 inch = 2 biji -> Rp. 6.000,-
  • Pipe Cutter -> Rp. 25.000
  • Solder 200 watt -> Rp. 45.000,-
  • Timah = 1 roll (9 meter) -> Rp. 9.000,-

Kalau di total semuanya Rp. 202.000,-. Lumayan kan? Nah, untuk skema pembuatan silahkan lihat gambar berikut :

Skema pembuatan antenna omni-directorial 2.4 GHz - full

Skema pembuatan antenna omni-directorial 2.4 GHz - elemen

Skema pembuatan antenna omni-directorial 2.4 GHz - elemen bawah

Sebelum membuat antenna ini pastikan jika memotong atau membuat bagian-bagian antenna harus dengan ukuran yang sudah di tentukan alias “harus pas baget!”. Sebab banyak yang gagal dikarenakan kecerobohan saat mengukur dan memotong bagian-bagian antenna ini. Ok, gak usah banyak cin-chong, langsung aja cara membuat antenna omni ini :

  1. Potong 24 buah pipa kapiler AC dengan ukuran 4,7 cm menggunakan pipe cutter.
  2. Potong 24 buah kabel RG 6 U dengan ukuran 6,7 cm, kupas bagian luar kabel, dan lepaskan serabut groundnya.
  3. Kupas busa pelindung di ke 2 ujung tiap-tiap potongan kabel tersebut dengan ukuran 1 cm dari ujungnya dan masukkan ke dalam pipa kapiler AC yang telah di buat pada bagian pertama. Berarti sisa busa pelindung kabel adalah 4,7 cm (6,7 - 2).
  4. Potong 1 buah pipa kapiler AC dengan ukuran 7,8 cm menggunakan pipe cutter.
  5. Potong 1 buah kabel RG 6 U dengan ukuran 9,8 cm, kupas bagian luar kabel, dan lepaskan serabut groundnya.
  6. Kupas busa pelindung di ke 2 ujung potongan kabel tersebut dengan ukuran 1 cm dari ujungnya dan masukkan ke dalam pipa kapiler AC yang telah di buat pada bagian ke empat.
  7. Solder zig-zag ke 24 elemen menjadi satu bagian seperti gambar di atas.
  8. Potong plat tembaga 8 cm * 3 cm dan buat menjadi berbetuk selinder dengan diameter sekitar 1,6 cm kemudian solder sambungannya.
  9. Potong plat tembaga berbentuk bulat sesuai dengan diamenter lubang selinder tembaga di atas (8) kemudian solder seluruh sisinya agar menempel pada selinder plat tembaga lalu lubangi bagian tengahnya dengan ukuran sekitar 6 mm.
  10. Masukkan elemen terakhir kedalam selinder tembaga. Untuk ukurannya liahat pada gambar di atas lalu di solder.
  11. Solder N-Connector dengan ujung kawat tembaga elemen terakhir (7,8 cm).
  12. Buat plat tembaga untuk grounding kemudian soder ke ground N-Connector. Lihat gambar di atas.
  13. Rangkai semua menjadi satu lalu buat kabel stup dengan mengguakan kawat isi kabel RG 6 U. Lihat gambar di atas.
  14. Potong pipa paralon dan busa kapiler AC dengan panjang sesuai dengan rangkaian elemen yg sudah di buat lalu masukkan busa ke dalam pipa.
  15. masukkan rangkaian elemen antenna ke dalam busa kapiler AC yang ada di dalam pipa.
  16. Lubangi 1 dop pipa paralon untuk N-Connector, kunci dengan klem/baut, lalu pasang seluruh rangkaian antenna omni 14 dBi ini.
  17. Buat secangkir kopi, nikmati sebatang rokok dan tersenyumlah…. kamu telah memiliki antenna omni-directional 14 dBi buatan tangan kamu sendiri. Ahaxxx….. ;)

Tak lupa saya sempat ambil gambar beberapa step-by-step pembuatan antenna omni ini. Dan berikut beberapa gambar yang sempat saya foto :

Potongan elemen yang teleh di buat

Menyatukan bagian-bagian dari elemen dengan solder

Hasil dari menyatukan bagian-bagian elemen

Menyatukan elemet terakhir (bawah) yang telah dibuat

Hasil setelah menyatukan semua elemen

Memasukan elemen ke dalam pipa PVC paralon

Konektor

Finishing

Ngetest disambung dengan pigtail

Selesai sudah.... *skalian ambil pose :P*

Heheeheee……. gimana gambar saya? keren gak????
Gambarnya di kutip ade’ saya pas abis bikin nih antenna. Jadi maklum tampak berkeringat + capek + lesu + stress + legaaaaaa….. ;)
Selamat mencoba dan semoga sukses!

Diambil dari http://www.faatweb.co.cc

GodexsZone © 2009. Design by :Godexs_zone Templates